Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung dan Tokoh Budaya Sunda)*
SUATU hari di Alepho , Yunani, Romawi, terjadi peristiwa yang membuat heboh warga Yunani, Socrates membawa obor yg menyala sambil keliling kota, muridnya bertanya, ada apa gerangan Guru, membawa obor disiang bolong? Sang filosof , Socrates berkata, aku mencari orang yang Jujur.
Saat Yunani, berada pada kejayaan dan melahirkan banyak para filosof antara lain Plato, Aristoteles, Demoskratos, dll. Ternyata Yunani, dilanda krisis kejujuran. Penguasa Yunani, mendengar peristiwa Socrates, khawatir sikap Socrates, mempengaruhi rakyat banyak, ahirnya Socrates dipanggil ke istana raja. Dengan tegar Scrates terap membawa obor , ia menyatakan sikap didepan Raja, aku mencari orang yang jujur. Socrates diseret ketiang gantungan untuk dihukum mati, penasehat Raja memberi saran agar dipanggil isterinya, agar menuangkan racun pada segelas air terakhir yang minum. Sang Isteri dengan ketakutan diancam pedang, maka ia tuangkan racun tersebut. Socrates, meminumnya, sebelum menghembuskan nafasnya, ia berkata pada isterinya. “Terimaksih Istriku, ternyata engkaulah orang yang jujur yang aku cari, tanpa engkau tak mungkin aku meminum racun”. Ternyata, kepintaran, kecerdasan, filosof, tidak berbanding lurus dengan kejujuran, manakala penguasa dzalim, takut terganggu kekuasaannya.
Racun menjadi alat, media untuk membunuh para Rausafiqr, Pembawa panji kebenaran. Derita Socrates, sebetulnya terjadi pula pada seorang Nabi, Sam’un al Ghazi as, nabi yg terkenal kebal tebasan pedang, panah, tombak, oleh musuh-musuhnya, atas perintah raja dzalim, satu seribu, siji sewu, Sam’un tak pernah kalah. Raja bertanya pada para penasehatnya, siasat apa untuk membunuh Sam’un as. Penasehat menjawab, hanya isterinya yang tahu kelemahan suaminya. Isterinya dipanggil ke istana Raja. Isterinya ditanya oleh raja, apa kelemahan Sam’un, isterinya menjawab, kelemahannya berada pada rambutnya yang panjang hingga mata kaki , kata isterinya bila dipotong rambut , suaminya akan mati. Mendengar isterinya dipanggil Raja. Sam’un sudah tahu rencana raja dzalim saat itu. Ketika , isterinya bersama ditempat tidur, Sam’un berkata, wahai isteriku tercinta, laksanakanlah titah raja tersebut, sebelum engkau memotong rabutku, tuangkanlah setetes racun pada segelas terakhir yang aku minum. Isterinya mengikuti keinginan Sam’un as. Sang Nabi syahid. Hebohlah Romawi saat itu.
Lagi-lagi segelas air bercampur racun telah menjadi media pembunuh pada orang-orang yang menyeru pada kebenaran.
Masa Dinasti Muawiyyah LA. Muawiyah memerintahkan pada penasehatnya, untuk memanggil isteri Imam Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib as, isterinya berna Ja’dah. Atas ancaman yang diperintahkan Muawiyah LA,. Ja’dah mencampur madu dan racun yang dihidangkan pada Imam Hasan as segelas yang pertama tidak mempan, Imam Hasan kesakitan dan menggigil tubuhnya. Dicampur lagi madu dan racun pada segelas yang kedua, setelah meminumnya, Imam Hasan al Mujtaba bin ‘Ali bin Abu Thalib as, Syahid. Dan Ja’dah yang diiming-iming akan dinikahkan dengan Yazid bin Muawiyah LA..ahirnya mati dihukum Muawiyah LA.sendiri..
Luar biasa segelas air bercampur madu dan racun telah menewaskan orang-orang yang JUJUR..”JUJUR ITU MAHAL, TARUHANNYA NYAWA”
Cag!@Abah Yusuf-Doct//Kabuyutan
19 Jumadil Akhir 1447 H – 9 Desember 2025 M














Komentar