Oleh: Abah Yusuf Bachtiar (Sesepuh Kabuyutan Gegerkalong Bandung)
Sang Raja membawa pesan leluhur. “Seorang Pemimpin ia harus menyelami: pertama , jeritan hati rakyat- apa keinginan dan harapan dari hadirnya seorang pemimpin- disetiap sudut negeri; kedua, mengenal kondisi faktual diwilayah Petani, Nelayan, Buruh’ Tani, kuli-;, Pedagang, Kurir,
Birokrasi, pada tiap wilayah dimana mereka bekerja; ketiga, pemimpin memayungi, mengayomi, melayani, melindungi -rakyatnya,tidak boleh merampas hak berkeyakinan terhadap agama, adat budaya, yang mereka yakini dalam menjalankan ritus, ritual, berupa warisan leluhur”.
Raja Bodoh, memanggil Patih, Para Kuncung, dan Adipati dari setiap daerah untuk mengadakan rapat terbataa. Raja Bodoh, ingin mendengar aspurasi dari masing pelaksana tugas. Patih menyampaikan kekhawatiran tentang pertahanan dan keamanan negara, baik rong-rongan dari dalam negeri maupun dari luar negeri- Pemberontakan dan sabotase terhadap pemerintahan; Para Kuncung menyampaikan sesuai tupojsinya, apa yang sudah tercapai dan yang belum terlaksana; para Adipati menyampaikan keluhan Rakyat didaerah masing-masing: kesulitan pemerataan tingkat pendidikan, rendahnya kesehatan masyarakat, minimnya tenaga medis dan RS yang dapat menjangkau rakyat kecil, kesulitan ekonomi- rendahnya daya beli, dan masih ada rakyat hari ini bisa makan , hari esok tidak terfikirkan yang penting hari ini…macam dan gaya adipati dalam menyampaikan aspurasi.
Sang Raja Bodoh, mendengarkan dan menyimak dengan penuh perhatian. Raja bertanya pada peserta rapat:” Apakah para peserta Ratas sudah makan , serempak dijawab : belum”. Raja: Makan sampai puas, baru kita lanjut Ratas. Setelah peserta puas makan. Ratas dilanjutkan. Raja Bodoh bertanya, Apakah kalian pernah ngajak makan bersama dengan Rajyat, tidak pernah. Ketika jawaban serempak . Raja bodoh, menutup Rataa. Dan meminta kepada Patih, Kuncung, dan Adipati agar menjadwalkan makan bersama rakyat. Semua manut. Saya akan Ratas lagi 3 bulan kedepan dihari dan tempat yang sama.
Patih, Kuncung, dan Adipati, melaksanakan titah Raja Bodoh, mereka serempak sidak dan diaetiap tempat disediakan makan berkualitas, dan rakyat makan sampai puas. Beragam cara, makan gratis untuk rakyat, Semua pedagang makanan, rumah makan, dan restoran, semua mebuka lapak dan pasang spanduk untuk makan gratis. Dari pemulung, ojol, buruh, ASN, Pelajar dan Mahasiswa, pekerja kantoran , dan pengangguran dsb mereka menikmati makan gratis. Tanpa syarat. Siapa yang mau makan tinggal ngambil.
Tak terasa 3 bulan telah berlalu. Sang Raja Bodoh, memanggil Patih, Kuncung, dan Adipati untuk Ratas. Pertama yang Raja tanya pada pembukaan Ratas. Apakah kalian sudah makan. Makan dulu baru Ratas. Raja bertanya pada peserta Ratas. Apakah Rakyat senang dan suka dengan Makan Gratis. Jawab serempak, senang dan suka. Memberi makan gratis jika membuat rakyat senang dan suka, lakukan oleh kalian, saya akan memonitor di Media dan Survey Udara. Jika ada rakyat yang tidak senang dan protes, tanya mereka. Apakah anda sudah makan. Jadi pertanyaan pertama adalah soal makan. Bila belum makan, hidangkan makan terlebih dahulu.
Semua media dalam dan luar negeri, meliputnya dan berita uramanya dengan Head Line,” RAJA BODOH DERMAWAN”.














Komentar