oleh

Bikin Video Hoaks, Pemikiran Amien Rais Semakin ”Ngelantur” Ngaco

Oleh: Redi Mulyadi

PERNYATAAN mantan Ketua MPR RI, Amien Rais di  channel YouTube Amien Rais Official miliknya terkait serangan pribadi kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, jujur saja bahwa pemikiran dia semakin ”ngelantur” ngaco saja, karena tidak pantas diucapkan seorang tokoh bangsa terhadap pejabat negara yang berpotensi menciptakan keresahan publik.

Di usianya yang sudah menginjak masa uzur, tokoh senior Amien Rais bukannya memperbanyak dzikir, malah nekat melempar “bom bunuh diri” digital, membikin video hoaks. Dengan narasi yang dicap sebagai fitnah paling menjijikkan tahun ini, “Mbah Mien” secara brutal menyerang harkat martabat Pimpinan Tertinggi Negara, Presiden Prabowo Subianto, hingga menyeret lingkaran dalamnya ke dalam kubangan gosip murahan.

Sebagaimana diketahui, bahwa  dalam unggahan video yang kini telah dihapus secara pengecut, Amien Rais mencoba merusak reputasi Presiden Prabowo Subianto dengan narasi “lendotan berbahaya” bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya. Amien Rais mengunggah video pendek berdurasi 8 menit di kanal youtube pribadinya pada Kamis (30/4/2026).

Tak berhenti di situ, Mbah Mien  bahkan berani mengusik kehormatan Ibu Negara dengan tuduhan tak berdasar yang hanya lahir dari imajinasi liar seorang politisi sepuh yang haus panggung.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, langsung bereaksi keras. Dengan nada menggelegar, ia menyatakan bahwa negara tidak akan memberi ampun pada siapapun yang berani merendahkan martabat Presiden.”Ini bukan kritik, ini adalah pembunuhan karakter! Kami siapkan pasal berlapis UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 ayat (2),” tegas Meutya.

Ancaman penjara di depan mata ini rupanya langsung membuat nyali Amien Rais ciut seketika.Kini, berdasarkan pantuan LINTAS PENA pada Sabtu (2/5/2026) pagi, pernyataan Amien Rais berjudul ”JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” sudah tidak bisa diakses atau diturunkan (take down) dari akun youtube Amien Rais Official.

Jujur saja,tudingan biadab yang disampaikan   Amien Rais tidak hanya tidak mendidik, tetapi juga berpotensi masuk dalam kategori fitnah karena memberi label tanpa dasar yang jelas. Karena bagaimanapun, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan  untuk melakukan verifikasi informasi secara memadai, sehingga narasi yang tidak akurat berisiko menyesatkan opini publik.

Hemat penulis, pernyataan Amien Rais tersebut sarat prasangka dan tidak mencerminkan sikap beradab. Penulis  mengkhawatirkan kondisi Amien Rais yang dinilai semakin rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik.Sulit bagi penulis memahami cara berpikir dan bertindak   Amien Rais. melabelkan seseorang dengan tuduhan keji tanpa dasar yang valid adalah tindakan yang tidak pantas. 

Dengan menonton postingan video tersebut, jelas sekali bahwa sikap Amien Rais yang dinilai justru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Amien Rais harus  klarifikasi atas pernyataan tersebut. Sebab, pernyataan seperti itu tidak pantas disampaikan oleh tokoh sebesar Amien Rais. Jika ini bagian dari politik pecah belah, dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat,dan tentunya menghina harkat martabat kepala negara Presiden Republik Indonesa, yang saat ini Prabowo Subianto.

Walaupun pernyataan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik, etika tetap harus dijunjung tinggi. Sebuah informasi yang belum jelas, apalagi hoaks merupakan hal yang tabu bagi seorang tokoh publik.Perbedaan sikap politik tidak boleh menghalalkan segala cara, termasuk menyebarkan informasi yang tidak benar.

Tudingan yang mengaitkan kedekatan personal dengan isu moral sebagai spekulasi tanpa dasar kuat. Kita perlu mengingatkan   Amien Rais tentang pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan. Hal ini agar tidak memicu kegaduhan publik. Demikian pula pemerintah harus menindak tegas apa yang disampaikan mantan Ketua MPR RI ini..

Melihat badai hukum yang siap menggulungnya, postingan biang kerok tersebut raib dari media sosial Amien Rais pada Sabtu pagi (2/5/2026). Namun, pemerintah menegaskan bahwa penghapusan video tidak menghilangkan pidana! Negara tetap akan mengusut tuntas upaya provokasi yang mengancam persatuan bangsa ini.

Kini, rakyat menunggu: Apakah hukum akan tegak lurus, atau sang tokoh sepuh ini akan terus menggunakan tameng “usia” untuk lolos dari jeratan hukum atas fitnah kejinya terhadap Prabowo Subianto? Satu hal yang pasti, rakyat sudah muak dengan drama fitnah di masa senja!

Selama ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan nasional. Kepercayaan yang diberikan kepada jajaran kabinet, termasuk Sekkab Teddy Indra Wijaya, didasarkan pada kapasitas dan kebutuhan kerja.Fokus pemerintah saat ini adalah bekerja untuk rakyat. Narasi yang tidak berdasar justru dapat mengganggu stabilitas dan konsentrasi dalam menjalankan program-program prioritas. (****

Komentar